STRUKTUR DATA SIG - MATERI VII
1. Data penginderaan jauh (remote sensing) adalah data dalam bentuk citra
dan foto udara atau nonfoto. Citra adalah gambar permukaan bumi yang diambil
melalui satelit. Foto udara adalah gambar permukaan bumi yang diambil melalui
pesawat udara. Informasi yang terekam pada citra penginderaan jauh yang berupa
foto udara atau diinterpretasi (ditafsirkan) terlebihi dahulu sebelum diubah ke
dalam bentuk digital. Adapun citra yang diperoleh dari satelit yang sudah dalam
bentuk digital langsung digunakan setelah diadakan koreksi seperlunya.
2. Data lapangan (teristris), yaitu data yang diperoleh secara langsung
melalui hasil pengamatan di lapangan karena data ini tidak terekam dengan alat
penginderaan jauh. Misalnya, batas administrasi, kepadatan penduduk, curah
hujan, pH tanah, kemiringan lereng, suhu udara, kecepatan angin, dan gejala
gunung api.
3. Data peta (map), yaitu data yang telah terekam pada kertas atau film.
Misalnya, peta geologi atau peta jenis tanah yang akan digunakan sebagai
masukan dalam SIG, kemudian dikonversikan (diubah) ke dalam bentuk digital.
4. Data statistik (statistic), yaitu data hasil catatan statistik dalam
bentuk tabel, laporan, survei lapangan, dan sensus penduduk. Data statistik
diperoleh dari lembaga swasta atau instansi resmi peme rintah, seperti Biro
Pusat Statistik (BPS). Data statistik merupakan data sekunder, yaitu data yang
telah mengalami pengolahan lebih lanjut.
5. Data GPS, Teknologi GPS memberikan
terobosan penting dalam menyediakan data bagi SIG. Keakuratan pengukuran GPS
semakin tinggi seiring dengan pencabutan Selective Availability (SA) oleh
Amerika Serikat (AS). Sebelum SA di cabut oleh AS keakuratan sebuah GPS hanya
100m dari seharusnya dan saat ini pada umumnya keakuratan sebuah GPS adalah
10m. data posisi GPS dapat digunakan sebagai data dasar koordinat bumi, selain
itu hasil traning area sebuah GPS dapat juga digunakan sebagai data penunjang
dalam pembuatan peta
6. Wawancara, merupakan teknik pengumpulan data
dalam metode survei yang menggunakan pertanyaan secara lisan kepada responden
atau subjek penelitian. Teknik wawancara dilakukan jika peneliti memerlukan
komunikasi atau hubungan dengan responden. Data yang dikumpulkan umumnya berupa
masalah tertentu yang bersifat kompleks, sensitif atau kontroversial, sehingga
kemungkinan jika dilakukan dengan kuesioner akan kurang memperoleh tanggapan
responden. Teknik ini terutama untuk responden yang tidak dapat membaca-menulis
atau sejenis pertanyaan yang memerlukan penjelasan dari pewawancara atau
memerlukan penerjemahan.
Pada dasarnya jenis data SIG dapat dibedakan menjadi 2
(dua), yaitu :
A. Data
Spasial
Data spasial adalah data yang bereferensi geografis atas
representasi obyek di bumi. Data spasial pada umumnya berdasarkan peta yang berisikan
interprestasi dan proyeksi seluruh fenomena yang berada di bumi. Fenomena
tersebut berupa fenomena alamiah dan buatan manusia. Pada awalnya, semua data
dan informasi yang ada di peta merupakan representasi dari obyek di muka bumi.
Sesuai dengan perkembangan, peta tidak hanya merepresentasikan obyek-obyek yang
ada di muka bumi, tetapi berkembang menjadi representasi obyek diatas muka bumi
(diudara) dan dibawah permukaan bumi.
Data spasial SIG dapat dibedakan menjadi dua model, yaitu
:
1. Data
Raster
Model data raster menampilkan, menempatkan, dan menyimpan
data spasial dengan menggunakan struktur matriks atau piksel-piksel yang
membentuk grid. Setiap piksel atau sel ini memiliki atribut tersendiri,
termasuk koordinatnya yang unik (di sudut grid (pojok), di pusat grid, atau di
tempaat yang lainnya). Akurasi model data ini sangat bergantung pada resolusi
atau ukuran pikselnya (sel grid) di permukaan bumi. Entity spasial raster
disimpan di dalam layers yang secara fungsionalitas direlasikan dengan unsur-unsur
petanya. Contoh sumber-sumber entity spasial raster adalah citra satelit
(misalnya NOAA, Spot, Landsat, Ikonos, dll), citra radar, dan model ketinggian
dijital (DTM atau DEM dalam model data raster).
Model raster memberikan informasi spasial apa yang
terjadi di mana saja dalam bentuk gambaran yang digeneralisir. Dengaan model
ini, dunia nyata disajikan sebagai elemen matriks atau sel-sel grid yang
homogen. Dengan model data raster, data geografi ditandai oleh nilai-nilai
(bilangan) elemen matriks persegi panjang dari suatu objek. Dengan demikian,
secara konseptual, model data raster merupakan model data spasial yang paling
sederhana.
Pada model data raster, matriks, atau arry diurutkan
menurut koordinat kolom (x) dan barisnya (y). Pada sistem koordinat piksel
monitor komputer, titik asal sistem koordinat (origin) raster terletak di sudut
kiri bawah, makin ke kanan nilai absisnya (x) akan meningkat, dan nilai
ordinatnya (y) makin meningkat jika bergerak ke arah atas.Data raster adalah
data yang dibentuk oleh kumpulan sel atau pixel (picture element). Pixel adalah
bagian terkecil yang masih dapat digambarkan dalam sebuah citra. Setiap pixel
mempunyai referensi (koordinat) sendiri sebagai identitasnya dan mempunyai
nilai tertentu. Oleh karena in data raster dapat menggambarkan objek geografi
yang mempunyai satuan luas karena ukuran raste berkaitan erat dengan ukitran
sebenarnya di lapangan. Data raster berdimensi dua sehingga muda; disimpan,
dimanipulasi, dan ditampilkan.
Data raster memiliki beberapa karakteristik khusus,
antara lain :
a) Resolusi suatu data raster akan merujuk pada ukunan
permukaan bumi yang direpresentasikan oleh setiap piksel. Makin kecil ukuran
atau luas permukaan bumi yang dapat direpresentasikan oleh setiap pikselnya,
makin tinggi resolusi spasialnya.
b) Piksel-piksel di dalam zone atau area yang sejenis
memiliki nilai (isi piksel atau ID number) yang sama.
c) Pada umumnya, lokasi di dalam model data raster,
diidentifikasi dengan menggunakan pasangan koordinat kolom dan baris (x,y).
d) Nilai yang merepresentasikan suatu piksel dapat
dihasilkan dengan cara sampling yang berlainan:
a. Nilai suatu piksel merupakan nilai rata-rata sampling
untuk wilayah yang direpresentasikannya.
b. Nilai suatu piksel adalah nilai sampling yang
berposisi di pusat (atau di tengah) piksel yang bersangkutan.
c. Nilai suatu piksel adalah nilai sample yang
tertetak di sudut-sudut grid.
2. Model
Data Vektor
Model data vektor menampilkan, menempatkan dan menyimpan
data spasial dengan menggunakan titik-titik, garis-garis atau kurva, atau
poligon beserta atribut-atributnya. Bentuk-bentuk dasar representasi data
spasial ini, di dalam sistem model data vektor, di defenisikan oleh sistem data
koordinat kartesian dua dimensi (x,y). Di dalam model data spasial vektor,
garis-garis atau kurva (busur atau ares) merupakan sekumpulan titik -titik
terurut yang dihubungkan. Sedangkan luasan atau poligon juga disimpan sebagai
sekumpulan list titik-titik tetapi dengan catatan bahawa titik awal dan titik
akhir poligon memiliki nilai koordinat yang sama (poligon tertutup sempurna).
Secara umum model data vektor menampilkan, menempatkan,
dan menyimpan data spasial dengan menggunakan :
a. Titik-titik.
Entity titik meliputi semua objek grafis atau geografis
yang dikaitkan dengan koordinat. Di samping koordinat-koordinat, data atau
informasi yang diasosiasikan dengan ‘titik’ tersebut juga harus disimpan untuk
menunjukkan jenis titik yang bersangkutan.
b. Garis-garis atau kurva.
Entity garis dapat didefinisikan sebagai semua
unsur-unsur linier yang dibangun dengan menggunakan segmen-segmen garis lurus
yang dibentuk oleh dua titik koordinat atau lebih.
c. Poligon/luasan beserta atribut-atributnya.
Cara yang paling sederhana untuk merepresentasikan suatu
poligon adalah pengembangan dari cara yang digunakan untuk merepresentasikan
arc yang sederhana yaitu merepresentasikan setiap poligon sebagai sekumpulan
koordinat (x,y) yang membentuk segmen garis, dimana mempunyai titik awal dan
titik akhir segmen garis yang sama (memiliki nilai koordinat yang sama).
Data vektor memiliki beberapa karakteristik khusus,
antara lain :
§
Titik
distrukturisasi dan disimpan (direcord) sebagai satu pasang koordinat
(x,y).
§
Garis
distrukturisasi dan disimpan sebagai suatu susunan pasangan koordinat (x,y)
yang berurutan.
§
Luasan
distrukturisasikan dan disimpan sebagai suatu susunan pasangan koordinat (x,y)
yang berurutan yang menyatakan segmen-segmen garis yang menutup menjadi suatu poligon.
B. Data Non
Spasial (Atribut)
Data non spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel
tersebut berisi informasi-informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data
spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan
data spasial yang ada. Data atribut atau tabular menyimpan informasi tentang
nilai atau besaran dari data grafis. Untuk struktur data vektor, data atribut
tersimpan secara terpisah dalam bentuk tabel. Sementara pada struktur data
raster nilai data grafisnya tersimpan langsung pada nilai grid atau piksel
tersebut.
Data atribut suatu objek dapat dibedakan menjadi dua
jenis, yaitu :
1. Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data hasil pengamatan yang
dinyatakan dalam bentuk deskriptif. Data kualitatif dapat diperoleh dari
pengisian angket, wawancara dan tanya jawab. Data kualitatif berfungsi untuk
memperlihatkan perbedaan jenis atau rupa. Sebagai contoh, data kualitatif dalam
peta penggunaan lahan, antara lain permukiman, sawah, kawasan industri,
tegalan, dan hutan.
2. Data Kuantitatif
Data kuantitif adalah data hasil pengamatan atau
pengulcuran yang dinyatakan dalam bilangan. Data kuantitatif berfungsi untuk
memperlihatkan perbedaan nilai dari objek. Data kuantitatif dapat dibedakan
menjadi 4 (empat macam), yaitu :
a. Data rasio adalah data yang diperoleh dengan
ukuran-ukuran yang memiliki nilai 0 (nol) mutlak dan dengan interval yang sama.
b. Data interval adalah data yang disusun berdasarkan jarak
tertentu, data ini mempunyai tingkat akurasi sedang.
c. Data ordinal adalah data yang disusun berdasarkan
kategori-kategori tertentu yang menunjukkan adanya tingkatan dari yang paling
rendah sampai tingkat paling tinggi.
d. Data nominal adalah data yang disusun berdasarkan
kategori-kategori tertentu yang tidak menunjukan adanya tingkatan, kemudian
diberi kode.
Struktur data menyangkut susunan fisik data dalam
komputer. Struktur data menyerupai beberapa bentuk teknik kompresi data yang
bertujuan agar penyimpanan lebih efisien, agar tersusun lebih terurut, dan agar
data retrieval lebih efektif. Struktur data SIG dibedakan menjadi :
1. Struktur
data raster: representasi geografi dengan run length compression,
representasi quad tree, maupun BSQ/BIP/BIL.
2. Struktur
data vektor: representasi geografi dengan koordinat whole polygon,
point dan polygon, node/arc/polygon maupun Tin.




Komentar
Posting Komentar